Fakta-Fakta Terkait Penyakit Ebola

Kesehatan Sep 15, 2015 No Comments

Penyakit Ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Sudan dan Republik Kongo. Sejak saat itu, telah terjadi beberapa kali wabah Ebola di berbagai negara di Afrika hingga yang saat ini tengah terjadi sejak bulan Maret 2014. Dari sekian banyak riwayat merebaknya penyakit Ebola, yang terjadi di Sierra Leone, Liberia dan Guinea tahun 2014 ini adalah yang terbesar dalam jumlah kasus maupun korban jiwa. Dunia saat ini tengah di ramaikan oleh wabah penyakit Ebola yang menyerang wilayah Afrika Barat. Untuk mengetahui lebih jauh terkait penyakit ini berikut ini ada beberapa fakta-fakta yang perlu anda ketahui terkait Ebola yaitu :

  1. Ebola merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Oleh karena itu, penggunaan antibiotic yang efektif mematikan bakteri tidak memiliki efek penyembuhan terhadap penyakit ini. Sayangnya, pengobatan antivirus yang bekerja untuk penyakit terkait virus lain seperti hepatitis C maupun HIV juga tidak berpengaruh terhadap virus Ebola. Akibatnya, sampai saat ini belum ada obat atau vaksin untuk menyembuhkan penyakit Ebola.
  2. Sebenarnya, virus Ebola bukanlah penyakit yang terlalu menular. Sebab cara penyebarannya adalah melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien. Berbeda dengan virus influenza atau SARS yang dapat menginfeksi lewat udara. Oleh karena itu, seseorang baru dapat terinfeksi jika ia melakukan perjalanan ke negara-negara endemik di Afrika atau menjalin kontak dengan orang yang baru bepergian ke Afrika.
  3. Gejala virus Ebola mirip dengan gejala flu biasa, seperti demam, sakit kepala, mual dan muntah. Sehingga diagnosis awal sulit ditegakkan karena gejala tersebut sangat umum dan baru dapat dibuktikan melalui serangkaian tes laboratorium.
  4. Terdapat 5 jenis virus Ebola yang sejauh ini telah ditemukan. 2 jenis virus yakni Zaire dan Sudan adalah yang paling mematikan dibandingkan jenis yang lain. Bahkan tingkat kematian virus Ebola Zaire dapat mencapai 90%. 3 jenis yang lain yaitu Tai Forest, Reston dan Bundibugyo. Jika orang yang terinfeksi mendapat asupan cairan yang cukup dan mampu melewati 2 minggu sejak awal munculnya gejala, maka kemungkinan penderita tersebut sembuh akan meningkat.
  5. Sampai saat ini, WHO telah menyatakan bahwa telah ditemukan 20.000 kasus kejadian Ebola di Afrika Barat dengan angka kematian mencapai 4.941. Tingginya angka kejadian dan kematian ini disebabkan oleh kurangnya fasilitas medis yang mumpuni, suplai, obat-obatan, dan kesalahan informasi yang berkembang di daerah endemik Afrika. Beredar kabar jika orang yang terinfeksi virus Ebola enggan mencari pengobatan ke fasilitas medis karena tak jarang pasien kurang mendapatkan perhatian dan pengobatan yang dibutuhkan akibat kurangnya tenaga medis dibandingkan jumlah pasien yang terus bertambah. Hal ini menyebabkan tingginya kemungkinan transmisi virus terhadap anggota keluarga lain yang semula sehat karena kontak secara terus menerus di dalam rumah yang sama.

Hudzaifah Djiddy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *