Gangguan Perkembangan Emosional Pada Anak di Usia Dini

umum Jan 20, 2017 No Comments

Gangguan Perkembangan Emosional Pada Anak

Perkembangan emosional pada anak merupakan salah satu dari aspek perkembangan anak usia dini yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang otak dan fisiknya. Perkembangan emosional pada anak adalah perkembangan yang berkaitan dengan reaksi yang dimiliki oleh anak dalam menghadapi suatu masalah yang tengah dialaminya. Seorang anak yang memiliki sikap emosional yang normal cenderung akan mampu mengendalikan emosinya sesuai dengan keadaan yang terjadi dihadapannya. Berbeda dengan anak-anak yang mengalami gangguan dalam perkembangan emosional ini, mereka akan cenderung lebih agresif atau sebaliknya.

gangguan pada perkembangan anak di usia dini menurut para ahli

Pada dasarnya, setiap anak telah dibekali sikap emosional dalam dirinya sejak ia lahir. Terdapat dua jenis pola emosi yang dimiliki oleh manusia termasuk anak-anak, yaitu pola emosi positif (perhatian atau minat, surprise atau kekaguman, dan kegembiraan) dan pola emosi negatif (kemarahan, kecemasan, rasa malu, kesedihan, rasa takut, dan cemburu). Pola emosi positif ini berasal dari suatu kondisi yang menguntungkan, sedangkan pola emosi negatif berasala dari hubungan yang mengancam atau kondisi yang menyakitkan.

Gangguan perkembangan emosional pada anak usia dini adalah terjadinya hambatan perkembangan anak yang berkaitan dengan cara mengelola emosi dan kepribadian dari anak tersebut. Gangguan perkembangan emosional yang dialami oleh seorang anak dapat berpengaruh terhadap perkembangan motorik, perkembangan kognitif, perkembangan berbahasa, hingga oerkembangan sosial anak yang juga merupakan aspek perkembangan anak usia dini dengan peranan yang sama penting bagi tumbuh kembang otak dan fisik anak.

Gangguan perkembangan emosional pada anak ini dapat terjadi baik dari pola emosi negatif seperti marah atau menangis yang diungkapkan dalam perilaku yang berlebihan sehingga menjadi tantrum, maupun dari pola emosi positif seperti rasa optimis dan percaya diri secara berlebihan yang dapat mengarah pada perilaku yang sombong maupun ambisius atau bahkan hingga mendorong anak untuk melakukan berbagai cara meskipun hal tersebut dapat merugikan dirinya sendiri atau orang lain.

Beberapa permasalahan dalam perkembangan emosional seperti menangis berlebihan, agresif, pemalu, maupun takut berlebihan ini umumnya sering terjadi pada anak usia taman kanak-kanak yang baru mulai mengenal lingkungan sekolah yang masih asing.

Baca Juga : https://www.parentingclub.co.id/smart-stories/mengenal-5-aspek-perkembangan-anak-usia-dini

Hudzaifah Djiddy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *