Kendala dan Peluang Bisnis Properti Di Tanah Air

Properti Aug 26, 2016 No Comments
Kendala dan Peluang Bisnis Properti Di Tanah Air

Kendala dan Peluang Bisnis Properti Di Tanah Air

Apa sih kendala dan peluang bisnis properti di Tanah Air Indonesia ini? Sebelum membahasnya, Anda ketahui dahulu apa itu bisnis properti? Bisnis properti merupakan bisnis yang memberikan keuntungan yang besar terhadap investor properti tersebut. Hal ini disebabkan karena inti dari bisnis ini menyediakan beragam kebutuhan pokok masyarakat dan ditambah semakin tingginya permintaan masyarakat terhadap produk properti tersebut. Misalnya kebutuhan rumah. Peluang laba lainnya dari bisnis properti ialah semakain naiknya harga di sektor lahan setelah bangunan rumah tersebut mulai didirikan. Pada umumnya telah menjadi rahasia publik bahwa para investor atau pengembang properti dipastikan memperoleh keuntungan dari selisih pembelian lahan tersebut.

Umumnya harga properti dari tahun ke tahun semakin melonjak tinggi. Hal ini dikarenakan lahan untuk pembangunan properti semakin terbatas. Jenis properti yang umumnya pengembang bangun adalah rumah, perhotelan, pertokoan, gedung dan lain sebagainya. Bahkan sudah banyak pengembang yang sudah melakukan pembangunan berbagai properti di Indonesia. Alasan pengembang melakukan pembangunan properti di Indonesia karena peluang bisnis properti di Indonesia sangat menjanjikan, terutama banyaknya permintaan kebutuhan properti oleh masyarakat Indonesia. Disamping itu, melambatnya perekonomian Cina dan India serta terbatasnya peluang pasar Jepang dan Australia di sektor bisnis properti. Kemajuan di sektor ekonomi dalam negeri semakin konsisten, dimana per tahunnya ekonomi Indonesia tumbuh 6%.

Peluang bisnis properti ini semkain dilirik banyak investor kelas lokal. Dengan demikian, minat para investor tentu tidak terlepas dari cerahnya prospek bisnis dibidang properti. Berdasarkan data statistik, Indonesia mengalami kekurangan rumah sekitar 15 juta unit. Selama per tahun nya, permintaan pembangunan rumah kurang lebih 700 hingga 800 rumah. Sementara pengembang hanya sanggup menyediakan rumah 300 ribu unit per tahunnya. Wah, banyak peluang bukan? Namun semakin banyaknya peluang, semakin banyak pula kendala yang harus dihadapi oleh pengembang properti. Sebagai contoh, banyak kejadian yang menimpa para investor, dimana para nasabah mengajukan KPR lebih dari satu. Dengan demikian perputaran uang semakin terhambat dan terjadilah kredit macet. Karena kredit macet, akhirnya properti KPR tersebut dilelang oleh penjamin kredit.

Baca Juga :KPR, Menguntungkan Tapi Waspadai Resikonya

 

Hudzaifah Djiddy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *