Cara Menghitung Usia Kehamilan 1 Bulan

Cara Menghitung Usia Kehamilan 1 Bulan

Pendahuluan

Ketika seorang perempuan mengetahui bahwa dirinya hamil, maka pertanyaan yang sering muncul adalah berapa usia kehamilan yang ia miliki. Mengetahui usia kehamilan sangat penting untuk mengatur asupan gizi yang dibutuhkan oleh janin dalam kandungan, mempersiapkan mental dan fisik untuk persalinan, serta memantau perkembangan janin. Artikel ini akan membahas tentang cara menghitung usia kehamilan 1 bulan dengan detail dan lengkap.

Cara Menghitung Usia Kehamilan 1 Bulan

Cara menghitung usia kehamilan 1 bulan bisa dilakukan dengan dua metode, yaitu metode hitung mundur dan metode hitung maju. Berikut adalah langkah-langkah kedua metode tersebut.

Metode Hitung Mundur

Metode hitung mundur adalah metode yang dilakukan dengan memperhitungkan hari pertama terakhir haid terakhir (HPHT) dan panjang siklus haid. Berikut adalah langkah-langkahnya.

1. Tentukan hari pertama terakhir haid terakhir (HPHT). HPHT adalah hari pertama haid terakhir sebelum kehamilan dimulai. Misalnya, jika hari pertama haid terakhir adalah tanggal 1 Januari, maka HPHT adalah tanggal 1 Januari.

2. Hitung panjang siklus haid. Siklus haid adalah jarak antara dua hari haid terakhir. Panjang siklus haid bisa berbeda-beda untuk setiap perempuan. Misalnya, jika siklus haid berlangsung selama 28 hari, maka panjang siklus haid adalah 28 hari.

3. Kurangi panjang siklus haid dengan 14 hari. Angka 14 ini merupakan rata-rata masa subur perempuan. Misalnya, jika panjang siklus haid adalah 28 hari, maka 28 – 14 = 14. Artinya, masa subur terjadi pada hari ke-14 setelah HPHT.

4. Hitung mundur 14 hari dari HPHT. Jika HPHT adalah tanggal 1 Januari, maka mundurlah 14 hari hingga diperoleh tanggal 18 Januari. Tanggal 18 Januari inilah yang menjadi estimasi tanggal ovulasi.

5. Tambahkan 7 hari ke tanggal ovulasi. Tanggal ovulasi ditambah 7 hari untuk memperoleh estimasi usia kehamilan. Misalnya, jika estimasi ovulasi adalah tanggal 18 Januari, maka tambahkan 7 hari hingga diperoleh tanggal 25 Januari. Tanggal 25 Januari inilah yang menjadi estimasi usia kehamilan 1 bulan.

Metode Hitung Maju

Metode hitung maju adalah metode yang dilakukan dengan memperhitungkan hari terakhir menstruasi (HTM) dan tahap-tahap perkembangan janin. Berikut adalah langkah-langkahnya.

1. Tentukan hari terakhir menstruasi (HTM). HTM adalah hari terakhir haid sebelum kehamilan dimulai. Misalnya, jika hari terakhir menstruasi adalah tanggal 1 Januari, maka HTM adalah tanggal 1 Januari.

2. Tambahkan 7 hari ke HTM. Angka 7 ini merupakan perkiraan hari ovulasi. Misalnya, jika HTM adalah tanggal 1 Januari, maka tambahkan 7 hari hingga diperoleh tanggal 8 Januari.

3. Tambahkan 38 minggu atau 266 hari ke tanggal ovulasi. Angka 38 minggu atau 266 hari ini merupakan perkiraan masa kehamilan. Misalnya, jika tanggal ovulasi adalah tanggal 8 Januari, maka tambahkan 266 hari hingga diperoleh tanggal 2 Oktober.

4. Kurangi 28 hari dari tanggal perkiraan persalinan. Angka 28 ini merupakan perkiraan hari terakhir menstruasi setelah persalinan. Misalnya, jika tanggal perkiraan persalinan adalah tanggal 2 Oktober, maka kurangi 28 hari hingga diperoleh tanggal 4 September.

5. Tanggal 4 September inilah yang menjadi estimasi usia kehamilan 1 bulan.

Kesimpulan

Menghitung usia kehamilan 1 bulan bisa dilakukan dengan metode hitung mundur dan hitung maju. Metode hitung mundur dilakukan dengan memperhitungkan HPHT dan panjang siklus haid, sedangkan metode hitung maju dilakukan dengan memperhitungkan HTM dan tahap-tahap perkembangan janin. Kedua metode tersebut dapat memberikan estimasi usia kehamilan yang akurat.

Terima kasih telah membaca artikel Cara Menghitung Usia Kehamilan 1 Bulan ini dan sampai jumpa kembali di artikel menarik BicaraFakta.com lainnya.