Rumus Penjumlahan Pecahan: Cara Mudah Menjumlahkan Pecahan Dengan Cepat

Rumus Penjumlahan Pecahan

Pecahan adalah bilangan yang terdiri dari bilangan pembilang dan penyebut yang terpisah oleh garis pecahan (/). Pecahan dapat digunakan dalam perhitungan matematis dan memiliki aturan khusus dalam penjumlahannya. Dalam artikel ini, kita akan membahas rumus penjumlahan pecahan beserta contohnya.

Penjumlahan Pecahan Campuran dan Pecahan Campuran dengan Beda Penyebut   Matematika SD

Pengertian Pecahan

Pecahan adalah bilangan yang terdiri dari bilangan pembilang dan penyebut yang terpisah oleh garis pecahan (/). Contoh pecahan adalah 3/4, yang artinya bilangan 3 dibagi dengan bilangan 4. Pecahan juga dapat ditulis sebagai desimal atau persen, seperti 0,75 atau 75%.

Bilangan pembilang adalah bilangan yang berada di atas garis pecahan dan menyatakan sebagian dari bilangan keseluruhan. Bilangan penyebut adalah bilangan yang berada di bawah garis pecahan dan menyatakan jumlah sebagian yang dibagi. Sebagai contoh, dalam pecahan 3/4, bilangan 3 adalah pembilang dan bilangan 4 adalah penyebut.

Aturan Penjumlahan Pecahan

Aturan penjumlahan pecahan adalah sebagai berikut:

1. Pastikan penyebut pada kedua pecahan sama.
2. Tambahkan bilangan pembilang dari kedua pecahan.
3. Simpulkan hasil penjumlahan dan simpan dalam pecahan yang memiliki penyebut yang sama dengan pecahan awal.

Rumus Penjumlahan Pecahan

Rumus penjumlahan pecahan adalah sebagai berikut:

a/b + c/d = (ad + bc) / bd

Penyebut dalam pecahan hasil penjumlahan adalah hasil kali antara penyebut pecahan awal. Pembilang dalam pecahan hasil penjumlahan adalah hasil penjumlahan antara hasil kali antara pembilang pecahan pertama dan penyebut pecahan kedua, dengan hasil kali antara pembilang pecahan kedua dan penyebut pecahan pertama.

Contoh Soal

Berikut adalah contoh soal penjumlahan pecahan beserta jawabannya:

1. Hitunglah 2/5 + 3/5.

Penyelesaian:
Penyebut kedua pecahan sama, yaitu 5. Maka, 2/5 + 3/5 = (2+3)/5 = 5/5 = 1.

Jadi, 2/5 + 3/5 = 1.

2. Hitunglah 1/3 + 1/6.

Penyelesaian:
Penyebut kedua pecahan tidak sama. Maka, kita harus mencari kelipatan persekutuan terkecil dari penyebut, yaitu 6. Kita perlu mengubah kedua pecahan menjadi pecahan dengan penyebut 6.

1/3 = 2/6 dan 1/6 = 1/6

Maka, 1/3 + 1/6 = 2/6 + 1/6 = 3/6 = 1/2.

Jadi, 1/3 + 1/6 = 1/2.

3. Hitunglah 5/6 + 4/9.

Penyelesaian:
Penyebut kedua pecahan tidak sama. Maka, kita harus mencari kelipatan persekutuan terkecil dari penyebut, yaitu 18. Kita perlu mengubah kedua pecahan menjadi pecahan dengan penyebut 18.

5/6 = 15/18 dan 4/9 = 8/18

Maka, 5/6 + 4/9 = 15/18 + 8/18 = 23/18.

Jadi, 5/6 + 4/9 = 23/18.

4. Hitunglah 2/3 + 3/4.

Penyelesaian:
Penyebut kedua pecahan tidak sama. Maka, kita harus mencari kelipatan persekutuan terkecil dari penyebut, yaitu 12. Kita perlu mengubah kedua pecahan menjadi pecahan dengan penyebut 12.

2/3 = 8/12 dan 3/4 = 9/12

Maka, 2/3 + 3/4 = 8/12 + 9/12 = 17/12.

Jadi, 2/3 + 3/4 = 17/12.

Penutup

Pecahan adalah bilangan yang terdiri dari bilangan pembilang dan penyebut yang terpisah oleh garis pecahan (/). Pecahan dapat digunakan dalam perhitungan matematis dan memiliki aturan khusus dalam penjumlahannya. Rumus penjumlahan pecahan adalah (a/b + c/d) = (ad + bc) / bd, dimana penyebut dalam pecahan hasil penjumlahan adalah hasil kali antara penyebut pecahan awal. Pembilang dalam pecahan hasil penjumlahan adalah hasil penjumlahan antara hasil kali antara pembilang pecahan pertama dan penyebut pecahan kedua, dengan hasil kali antara pembilang pecahan kedua dan penyebut pecahan pertama. Penting untuk memahami aturan dan rumus penjumlahan pecahan agar dapat menyelesaikan soal-soal matematika dengan mudah dan cepat.