Cara Menghitung Njop Dari Pbb

Cara Menghitung Njop Dari Pbb

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang dikenakan pada pemilik tanah dan bangunan di Indonesia. Setiap tahun, pemilik tanah dan bangunan wajib membayar pajak ini sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, penting bagi pemilik tanah dan bangunan untuk mengetahui cara menghitung NJOP dari PBB untuk memudahkan pembayaran pajak. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti dalam proses tersebut:

1. Mencari Luas Tanah dan Bangunan

Langkah pertama dalam menghitung NJOP dari PBB adalah mencari luas tanah dan bangunan. Luas tanah dapat ditemukan pada sertifikat tanah atau akta jual beli. Sedangkan luas bangunan dapat dihitung dengan mengalikan panjang dengan lebar bangunan. Jika bangunan memiliki bentuk yang tidak beraturan, luas dapat diukur dengan menggunakan alat ukur seperti rolling meter. Setelah itu, jumlahkan luas tanah dan bangunan untuk mendapatkan total luas objek pajak.

2. Menentukan Zona dan Kelas Bangunan

Setelah mengetahui luas tanah dan bangunan, langkah selanjutnya adalah menentukan zona dan kelas bangunan. Zona digunakan untuk menentukan besarnya NJOP dari tanah, sedangkan kelas digunakan untuk menentukan besarnya NJOP dari bangunan. Zona dan kelas bangunan dapat ditemukan pada Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) atau melalui kantor pajak setempat.

3. Melakukan Penghitungan NJOP Tanah

Penghitungan NJOP dari tanah dapat dilakukan dengan rumus:

NJOP Tanah = Luas Tanah x Harga NJOP/m2

Harga NJOP/m2 dapat ditemukan pada tabel NJOP yang dikeluarkan oleh pemerintah. Harga NJOP/m2 berbeda-beda tergantung pada zona tanah. Setelah menentukan harga NJOP/m2, kalikan dengan luas tanah untuk mendapatkan NJOP dari tanah.

4. Melakukan Penghitungan NJOP Bangunan

Penghitungan NJOP dari bangunan dapat dilakukan dengan rumus:

NJOP Bangunan = Luas Bangunan x Harga NJOP/m2 x Koefisien Kelas Bangunan

Harga NJOP/m2 sama seperti dalam penghitungan NJOP dari tanah. Sedangkan koefisien kelas bangunan dapat ditemukan pada tabel NJOP yang dikeluarkan oleh pemerintah. Koefisien kelas bangunan berbeda-beda tergantung pada kelas bangunan. Setelah menentukan harga NJOP/m2 dan koefisien kelas bangunan, kalikan dengan luas bangunan untuk mendapatkan NJOP dari bangunan.

5. Menjumlahkan NJOP Tanah dan Bangunan

Langkah terakhir adalah menjumlahkan NJOP dari tanah dan bangunan. Hasil penjumlahan ini akan menjadi NJOP dari objek pajak yang dimiliki. NJOP ini akan menjadi dasar untuk menghitung besarnya PBB yang harus dibayarkan setiap tahunnya.

Kesimpulan

Menghitung NJOP dari PBB merupakan proses yang cukup rumit, namun sangat penting dilakukan agar pemilik tanah dan bangunan dapat membayar pajak dengan tepat. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah mencari luas tanah dan bangunan, menentukan zona dan kelas bangunan, melakukan penghitungan NJOP dari tanah, melakukan penghitungan NJOP dari bangunan, dan menjumlahkan NJOP tanah dan bangunan. Dengan memahami cara menghitung NJOP dari PBB, pemilik tanah dan bangunan dapat menghemat waktu dan uang dalam pembayaran pajak.

Terima kasih telah membaca artikel Cara Menghitung Njop Dari Pbb ini dan sampai jumpa kembali di artikel menarik BicaraFakta.com lainnya.