Cara Menghitung Masa Tidak Subur Agar Tidak Hamil

Cara Menghitung Masa Tidak Subur Agar Tidak Hamil

Setiap pasangan suami istri memiliki keinginan untuk memiliki keturunan. Namun, ada kalanya pasangan membutuhkan istirahat dari kehamilan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kehamilan adalah dengan menghitung masa tidak subur. Masa tidak subur adalah masa dimana sel telur tidak matang dan tidak dapat dibuahi oleh sperma. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai cara menghitung masa tidak subur agar tidak hamil.

Langkah-langkah dalam Menghitung Masa Tidak Subur Agar Tidak Hamil

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung siklus menstruasi. Siklus menstruasi adalah jumlah hari antara hari pertama haid dan hari pertama haid berikutnya. Siklus menstruasi rata-rata adalah 28 hari, namun bisa juga lebih pendek atau lebih panjang.

Langkah kedua adalah menghitung masa subur. Masa subur adalah periode dimana sel telur matang dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Masa subur terjadi pada sekitar hari ke-14 sejak hari pertama haid. Namun, masa subur juga dapat bervariasi tergantung pada siklus menstruasi masing-masing individu.

Langkah ketiga adalah menghitung masa tidak subur. Masa tidak subur adalah masa dimana sel telur tidak matang dan tidak dapat dibuahi oleh sperma. Masa tidak subur dimulai dari hari pertama haid hingga sekitar tiga hingga empat hari setelahnya. Selain itu, masa tidak subur juga terjadi pada saat ovulasi telah terjadi dan sel telur telah matang.

TRENDING:  Cara Menghitung Masa Subur Menggunakan Kalender

Jadi, apabila siklus menstruasi Anda adalah 28 hari, masa subur Anda akan terjadi pada hari ke-14. Maka, masa tidak subur Anda dimulai dari hari pertama haid hingga hari ke-13 dan hari ke-15 hingga hari terakhir sebelum haid berikutnya.

Metode-Metode Lain untuk Menghitung Masa Tidak Subur Agar Tidak Hamil

Selain cara di atas, terdapat beberapa metode lain yang dapat digunakan untuk menghitung masa tidak subur agar tidak hamil. Berikut adalah beberapa metode tersebut:

Metode Kalender

Metode kalender adalah metode yang paling umum digunakan untuk menghitung masa tidak subur. Metode ini dilakukan dengan menghitung siklus menstruasi selama beberapa bulan terakhir. Dari hasil perhitungan tersebut, Anda dapat menentukan masa subur dan masa tidak subur.

Metode Suhu Tubuh Basal

Metode suhu tubuh basal adalah metode yang dilakukan dengan mengukur suhu tubuh setiap pagi sebelum bangun tidur. Suhu tubuh basal akan naik saat ovulasi terjadi. Dengan mengukur suhu tubuh setiap pagi, Anda dapat menentukan saat ovulasi terjadi dan menghitung masa tidak subur.

Metode Tes Ovulasi

Metode tes ovulasi adalah metode yang dilakukan dengan menggunakan alat tes ovulasi yang dapat dibeli di apotek. Alat ini dapat mendeteksi peningkatan kadar hormon LH yang terjadi saat ovulasi terjadi. Dengan menggunakan alat ini, Anda dapat mengetahui kapan masa subur dan kapan masa tidak subur.

Kesimpulan

Menghitung masa tidak subur adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kehamilan. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah menghitung siklus menstruasi, menghitung masa subur, dan menghitung masa tidak subur. Selain itu, terdapat beberapa metode lain seperti metode kalender, metode suhu tubuh basal, dan metode tes ovulasi yang dapat digunakan untuk menghitung masa tidak subur. Dengan mengetahui cara menghitung masa tidak subur, Anda dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan mengatur kehamilan sesuai dengan yang diinginkan.

TRENDING:  Cara Menghitung Masa Subur Laki Laki

Terima kasih telah membaca artikel ini dan sampai jumpa kembali di artikel menarik BicaraFakta.com lainnya.